Wisata Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara
Wisata Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara
Gunung
Tua adalah ibu kota kabupaten Padang Lawas Utara provinsi Sumatera Utara. Untuk
sampai ke kota ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau
angkutan umum. Perjalanan ke kota ini memakan waktu 12 jam dari kota Medan.
Kota ini memiliki beberapa tempat wisata yang bagus dengan harga yang murah.
Adapun destinasi wisata tersebut akan di
jelaskan dibawah ini.
1.
Pasir Putih, Paranginan
Destinasi
wisata ini berada di Paranginan, tidak jauh dari pusat kota Gunung Tua hanya
butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk bisa sampai ke tempat ini. Begitu sampai
ke tempat ini, kalian akan disuguhkan dengan gumpalan pasir putih yang
berbentuk seperti batu yang saling merangkai satu sama lain. Sekedar informasi,
buat para pengunjung yang mau ke tempat
ini disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua dikarenakan lokasi parkir
yang sulit. Untuk memasuki tempat ini, perlu
membayar biaya apapun karena wisata ini gratis bahkan untuk parkir sekalipun.
Jangan lupa untuk membawa bekal atau makanan ringan jika ingin berlama-lama
karena tidak ada penjual di tempat ini. selain itu, jangan lupa membawa kamera
untuk bersua foto.
Sementara itu, disamping keindahan tempat ini,
pemerintah sepertinya masih kurang memperhatikan tempa wisata ini sehingga
tidak terlihat adanya perbaikan atau pengembangan. Semoga kedepannya pemerintah
setempat mampu melakukan perbaikan untuk meningkatkan kunjungan ke tempat
wisata ini sehingga mampu memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar karena
selama ini pengunjung hanya tahu Paluta ( Padang Lawas Utara) dengan Candi
Bahal Portibi saja. Sudah saatnya pemerintah memperkenalkan objek wisata lain
untuk menggait wisatawan.
2.
Masjid Raya Gunung Tua
Masjid
terbesar di kabupaten Padang Lawas Utara ini berdiri pada tahun 2009. Dahulu,
tempat ini adalah alun-alun kota Gunung Tua, dijadikan untuk acara-acara formal
seperti musabaqoh, upacara 17 an, dan lain-lain. Luas masjid ini 12.000m
persegi. Mesjid ini terletak di pusat kota Gunung Tua, tepat di depan SPBU
lingkungan 1 Gunung Tua. Di dalam masjid terdapat beberapa bangunan yang
digunakan untuk keperluan keagamaan seperti tabligh akbar, dan beberapa
pertandingan seperti lomba musabaqoh tilawatil Qur’an. Selain itu, didalam
masjid ini juga terdapat TK Islam. Selain itu, masjid ini kerap menjadi tempat
pemberangkatan haji dari kabupaten Padang Lawas Utara. Masjid ini memiliki
halaman dan taman yang luas sehingga di jadikan untuk berlatih karate bagi
anak-anak. Para pelancong juga sering singgah untuk sekedar istirahat di masjid
ini. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik pelancong untuk berkunjung ke Gunung
Tua.
Sementara
itu, mesjid ini mengalami kerusakan karena ulah manusia . beberapa fasilitas
yang dimaksud adalah pintu kamar mandi, engsel pintu dan rak sepatu. Selain
itu, tempat pembuangan limbah kamar mandi juga sudah meluap sehingga menambah
citra negatif masjid ini. Kedepannya, semoga masyarakat dan pemerintah mampu
menjaga kebersihan masjid ini sehingga
dapat menjadi iconic kota Gunung Tua.
3.
Candi Bahal Portibi
Candi
bahal portibi berdiri di desa Bahal, kecamatan Portibi kabupaten Padang Lawas
Utara. Di lansir dari sindonews, candi ini diperkirakan berdiri pada abad ke-11
dan konon dibangun oleh Raja Coladewa dari India Selatan. Akses ke Candi ini cukup mudah. Untuk
sampai ke candi ini, pengunjung bisa menggunakan mobil maupun kendaraan roda
dua dengan waktu sekitar 40 menit dari pusat kota Gunung Tua. Terdapat tiga candi
Bahal di lokasi yang berbeda dengan jarak sekitar 300 meter antara candi yang
satu dengan lainnya. Candi bahal 1
seluas 3000 m persegi begitu juga dengan candi bahal dua. Para biksu
pernah mengunjungi candi ini untuk beribadah. Candi ini juga kerap digunakan
sebagai tempat lomba lingkungan hidup kabupaten Padang Lawas Utara.
Disamping
itu, pemerintah setempat terlihat acuh terhadap perawatan candi ini. hal itu
terlihat dari tidak adanya fasilitas khusus bahkan kamar mandi yang tersedia
juga jorok. Biasanya, dipintu masuk, ada
penjaga yang meminta bayaran seikhlasnya. Namun, terkadang ada yang mematok
harga.
4.
Bendungan Batangilung
Bendungan
batangilung berlokasi di desa Garoga, kecamatan Padang Bolak, kabupaten Padang
Lawas Utara. Bendungan ini di bangun pada tahun 1983 dan selesai pada tahun 1992. Dari pusat
kota Gunung tua, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat
dengan waktu sekitar 40 menit. Sepanjang perjalanan, mata anda akan dimanjakan
dengan hamparan sawah dan pohon karet. Akses ke tempat ini juga sudah cukup
baik. Karena jalanan sudah diaspal penuh. Sebelum sampai ke desa Garoga, anda
akan melewati beberapa desa diantaranya, desa Hajoran, Pagaran Kambiri, Pagaran
Tonga dan Sibagasi. Perlu diketahui, di tempat ini tidak ada pedagang sehingga
anda disarankan membawa makanan sendiri. Anda bisa membeli makanan di pusat
kota Gunung Tua.
5.
Danau Sagayung ( Danau Segayung)
Ditemukan
pertama kali pada tahun 2018. Danau Sagayung telah menjadi salah satu tujuan
wisata di kabupaten Padang Lawas Utara. Danau ini pertama kali ditemukan oleh
seorang warga yang tidak sengaja datang ke tempat ini. Perlu diketahui
kabupaten Padang Lawas Utara dikelilingi oleh bukit-bukit dengan kontur tanah
yang tidak datar, Sehingga masyarakat kerap menjadikan bukit-bukit tersebut
sebagai tempat wisata untuk memandang atau bersua foto. Danau Sagayung ini
adalah sebuah danau yang terbentuk secara alami. Tidak seperti danau pada
umumnya, danau ini berukuran sangat kecil sehingga namanya disebut danau
Sagayung ( danau segayung). Danau ini dikelilingi oleh rumput hias yang sangat
luas. Untuk sampai ke tempat ini, kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua atau
roda empat dengan tarif 10 ribu per kendaraan. Selain itu, ditempat ini juga
tersedia berbagai makanan ringan dan makanan berat, jadi tidak perlu khawatir
jika perut kerocongan.
Namun,
meskipun danau ini sudah dikenal orang, pemerintah terlihat acuh. Hal ini
terlihat dari akses jalan yang kurang memadai apalagi jika hujan turun, jalanan
jadi licin. Namun demikian, tidak terlihat inisiatif dari pemerintah setempat
untuk memperindah tempat wisata ini.
Dari beberapa tempat wisata diatas, masih
terdapat banyak kekurangan. Pemerintah terlihat acuh. Tidak ada inisiatif untuk
mengembangkan tempat wisata di kabupaten Padang Lawas Utara ini. Pemerintah
daerah seharusnya menempatkan stakeholder
yang sesuai dengan bidangnya. Dengan begitu, wisata di kabupaten Padang Lawas
Utara dapat dikelola dengan baik dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat
kabupaten Padang Lawas Utara khususnya. Adapun hal terpenting yang harus
diperhatikan adalah media promosi. Selama ini, tidak ada media khusus yang
mengelola tempat-tempat wisata ini,
khalayak ramai mengetahui tempat wisata ini dari foto pengunjung di sosial
media seperti facebook dan instagram.
Comments