Toleransi
sumber: https://news.unair.ac.id/
Indonesia sebagai negara dengan berbagai macam budaya sering kali mengalami gangguan akibat dari kesalahpahaman. Kesalahpahaman ini terjadi karena perbedaan pemahaman dari ajaran masing-masing. Selain itu, dengan corak berbagai macam suku, seringkali dimanfaatkan oleh oknum -oknum jahat untuk mengadu domba sehingga timbullah pertikaian. Pertikaian yang terjadi di Indonesia seringkali diakibatkan oleh pandangan agama, ras, budaya dan suku.
Di Indonesia, pelajaran toleransi dimuat dalam buku PPKN sekolah dasar, dengan harapan anak-anak sudah memiliki jiwa toleransi sejak dini. Namun, kenyataan dilapangan berbanding terbalik, seringkali ditemukan anak-anak yang melakukan bulying atau perundungan. Hal ini menandakan masih kurangnya penanaman nilai toleransi. Sering kali anak dibawah umur melakukan perundungan terhadap orang yang berbeda dengan mereka. Misalnya orang yang memiliki kulit hitam atau suku lain yang berbeda akan dirundung secara verbal. Ini tentu sangat menghawatirkan apabila tidak diselesaikan secepatnya. Sikap seperti itu akan terbawa hingga dibangku perguruan tinggi dan sebagai generasi selanjutnya, tentu bibit-bit seperti ini harus dihindari karena dapat mengancam kesatuan Indonesia. Selain sekolah, orang tua juga harus turut andil menanamkan toleransi kepada anak. Karena waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah. Orang tua sebagai orang terdekat anak lebih mudah untuk memberikan pengajaran tentang toleransi.
Berkaitan dengan paragrap diatas, toleransi yang dimaksud adalah menghargai perbedaan, dan menerima bahwa setiap ras, agama, dan suku bangsa memiliki pandangannya masing-masing, dan hal ini tidak perlu diperdebatkan. Toleransi harus ditanamkan pada setiap diri individu. Dengan begitu, segala perbedaan tidak akan menjadi masalah, khususnya di Indonesia

Comments